Oleh : Eneng Sonia, SE

Dunia mungkin sibuk menilai apa yang tertangkap mata: rupa yang rupawan, pakaian yang elegan, atau pencapaian yang mentereng. Namun, di hadapan Sang Pencipta, segala yang lahir hanyalah pantulan dari apa yang tersembunyi di dalam dada.
Saat engkau mulai membasuh hatimu dengan kejujuran, menghiasinya dengan rendah hati, dan menatanya dengan rasa syukur, maka Allah akan memancarkan cahaya itu ke wajahmu. Dia akan melembutkan lisanmu, meneduhkan pandanganmu, dan membuat langkah kakimu terasa ringan dalam kebaikan.
Perbaikilah niatmu, maka Allah akan memperbaiki duniamu.
Jangan mengejar cahaya di luar, jika di dalam dirimu masih gelap. Padamkan api kemarahan, bersihkan debu kedengkian, dan nyalakan lampu keikhlasan. Karena ketika hatimu selaras dengan kehendak-Nya, seluruh ragamu akan mengikuti keindahan-Nya.
Tenanglah…
Kamu tidak perlu bersusah payah mencari validasi dunia. Cukuplah fokus memperbaiki apa yang ada di dalam hatimu. Saat Allah rida pada isi hatimu, Dia akan menanamkan rasa cinta di hati manusia lainnya terhadapmu.
Apa yang diperbaiki oleh tangan Tuhan, akan jauh lebih indah daripada apa yang dipoles oleh tangan manusia.
Mari mulai hari ini dengan satu pertanyaan sederhana: Sudahkah hatiku bersih sebelum aku merapikan penampilanku?
Mari belajar bersama untuk menata niat, agar Allah menata hidup kita.