Oleh ; Umi Fadhiilah
Mau sholat malah ingat tugas, kerjaan, jemuran, masakan, dan hal-hal dunia lainnya
Selama kita hidup, sudah berapa banyak sholat kita yang khusyuk? Beberapa kali? Atau bahkan nggak ada sama sekali?
Padahal sholat merupakan ibadah kita yang utama. Kualitas sholat lah yang kelak akan pertama kali Allah tanya, bukan seberapa besar pencapaian dunia kita.
Ketika kita sering meminta banyak hal sama Allah terkait dunia seperti minta kesehatan, rezeki, jodoh, kesuksesan, dsb. Sudah seberapa sering kita benar-benar meminta untuk dikhusyukkan sholat kita? Meminta dengan sepenuh hati seperti halnya kita meminta hajat-hajat kita bukan hanya rapalan doa-doa di lisan saja tapi kosong makna di hati dan pikiran kita.
Kekhusyukan sholat adalah tentang bagaimana menautkan hati dan pikiran kita ke Allah agar benar-benar tercapai tujuan dari sholat itu sendiri.
Ketika sholat kita baik maka akan baik pula seluruh kehidupan kita. Jadi ketika ada orang yang sering sholat, tapi masih sering juga berbuat buruk maka, tujuan sholat itu belumlah tercapai dan tujuan yang tidak tercapai dikarenakan belum khusyuk nya sholat – sholat kita. Ketika tujuan sholat tercapai maka kita akan mudah untuk mengingat Allah dalam sholat maupun diluar sholat.Kita akan punya koneksi dan komunikasi yang baik sama Allah. Ketika hubungan kita dengan Allah baik maka akan mudah sekali pertolongan-pertolongan Allah datang kepada kita. Hubungan yang baik dengan Allah juga akan melindungi kita dari perbuatan-perbuatan yang buruk. Sholat akan memberikan dampak yang luar biasa untuk kita. Ketika kita belum bisa merasakan dampak tersebut, maka kita perlu refleksi seperti apa kualitas sholat kita selama ini?
Lalu, bagaimana agar kita bisa mendapat kekhusyukan dalam sholat?
Khusyuk dalam sholat merupakan hal yang perlu kita ikhtiarkan disetiap rakaat sholat kita, karena di setiap cabang-cabang kebaikan selalu ada syaitan yang bersiap menggoda kita termasuk dalam sholat. Bisa jadi sholat Dzuhur khusyuk sholat Asar ambyar. Sehingga ikhtiar itu harus terus kita usahakan sampai kita berpulang.
Ikhtiar tersebut haruslah kita mulai sebelum dan setelah kita sholat. Sebelum sholat kita dapat melakukan beberapa hal seperti :
1. Ketika adzan berkumandang, fokuslah untuk menjawab adzan bukan hanya dengan lisan tapi juga dengan hati dan pikiran kita. Proses mengingat Allah dalam sholat bisa dengan lebih mudah kita lakukan ketika sudah dimulai sebelumnya.
2. Tidak menunda-nunda sholat. Sholatlah tepat waktu.
3. Ketika berwudhu, sempurnakan dan maknailah setiap gerakan wudhu kita. Agar bukan hanya tubuh kita yang suci, hati dan pikiran kota juga bisa bersih dari hal-hal yang akan menggoda kita dalam sholat.
4. Melangkahlah ke masjid dengan tenang. Jangan tergesa-gesa karena tergesa-gesa itu datangnya dari syaitan. Tergesa-gesa bisa membuat syaitan dengan mudah menggoda kita dalam sholat.
5. Masuk ke masjid sesuai sunnah Rasul.
Kemudian hal yang perlu kita lakukan di luar sholat adalah dengan cara :
1. Menjaga hati dan pikiran kita dari hal-hal yang buruk. Karena hati yang tidak bersih akan membuat kita jadi lebih sulit untuk khusyuk.
2. Perdalam keilmuan kita tentang pentingnya sholat dan makna gerakan serta bacaan-bacaan sholat agar kita betul-betul merasakan sholat itu bagian yang sangat penting dalam hidup kita sehingga kota akan melaksanakannya dengan kesungguhan hati.
Kita mungkin tidak bisa langsung memiliki sholat yang sempurna, tapi kita bisa mulai dengan satu hal: terus berusaha menghadirkan hati kita di hadapan Allah. Karena bisa jadi, yang selama ini kita cari di dunia seperti ketenangan, kekuatan, dan pertolongan sebenarnya Allah sudah siapkan di dalam sholat yang khusyuk.
Allah tau godaan dalam sholat itu banyaaak sekali sehingga yang Allah juga melihat bagaimana ikhtiar-ikhtiar kita. Semangat 🙂