Oleh : Renny Septiana, M.Pd
Fenomena gaya hidup Generasi Z saat ini menunjukkan kecenderungan yang kuat terhadap konsep self reward. Banyak anak muda memilih menikmati hidup dengan cara traveling, dan mengeksplorasi berbagai tempat baru. Pengalaman perjalanan sering dianggap sebagai simbol kebahagiaan dan pencapaian hidup.
Tidak sedikit Gen Z yang merasa bahwa menikmati momen melalui perjalanan merupakan cara untuk menjaga kesehatan mental setelah menghadapi tekanan pekerjaan, pendidikan, maupun tuntutan kehidupan modern. Traveling dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus kesempatan untuk memperluas wawasan.
Dalam perspektif Islam, berjalan dan menjelajahi bumi untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah justru dianjurkan. Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: Berjalanlah di muka bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan.” (QS. Al-Ankabut: 20)
Ayat ini menunjukkan bahwa perjalanan tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga menjadi sarana belajar, merenung, dan memperkuat keimanan. Dengan melihat alam semesta, manusia dapat memahami kebesaran Sang Pencipta.
Rasulullah SAW juga mendorong umatnya untuk menuntut ilmu dan memperluas pengalaman. Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Perjalanan sering kali menjadi bagian dari proses belajar dan memperluas wawasan kehidupan. Namun di sisi lain, muncul dilema baru. Keinginan untuk sering bepergian terkadang bertabrakan dengan kesehatan finansial. Beberapa anak muda bahkan rela menggunakan kartu kredit atau berutang demi memenuhi keinginan traveling. Kondisi ini tentu dapat menimbulkan masalah ekonomi di masa depan.
Maka Islam juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam mengelola harta. Gaya hidup berlebihan dan pemborosan tidak dianjurkan. Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Oleh karena itu, solusi terbaik bagi generasi muda adalah menyeimbangkan antara keinginan traveling dan kesehatan finansial. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat perencanaan keuangan yang baik, seperti menabung khusus untuk dana perjalanan, menentukan prioritas pengeluaran, serta menghindari utang konsumtif.
Islam juga mengajarkan pentingnya perencanaan dan pengelolaan harta dengan bijak. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, tetapi berada di tengah-tengah antara keduanya.” (QS. Al-Furqan: 67)
Ayat ini menegaskan bahwa keseimbangan dalam mengatur keuangan merupakan prinsip penting dalam kehidupan.
Dengan perencanaan yang baik, generasi muda tetap dapat menikmati perjalanan ke berbagai tempat tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial. Traveling pun dapat menjadi sarana menjaga kesehatan mental, memperkaya pengalaman hidup, sekaligus meningkatkan rasa syukur terhadap keindahan ciptaan Allah.
Pada akhirnya, keseimbangan antara rekreasi, kesehatan mental, dan pengelolaan keuangan menjadi kunci bagi Gen Z untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat secara fisik, mental, dan finansial.