Oleh : Hanif Sukriyanto, B.A

Berapa lama waktu kita Bekerja? Berapa lama waktu kita Bersantai? juga berapa lama waktu kita bermain-main, Mengobrol dan menonton? 45 menit mungkin waktu yang SINGKAT untuk itu semua, bahkan Mungkin yang terngiang dipikiran kita mengenai 45 menit adalah satu babak perhelatan sepak bola, tapi taukah kita bahwa rentang waktu tersebut merupakan waktu yang kondusif untuk melakukan 1 porsi ibadah. #ramadnan

•Bacaan Qur’an Kita idealnya 1 juz bisa didapatkan dalam 45 menit

•Qiyamul Lail dalam keadaan lemas sekurang-kurangnya 11 rokaat dalam 45 menit saja, namun jika dalam semangat idealnya 11 rokaat bisa didapatkan dalam 2×45 menit dengan memberi jedah istirahat setiap 4 rokaat.

• Menghafal/merabt (menggabung) AlQuran dalam 45 menit idealnya bisa ⅓ atau ½ halaman.

• Bermajlis Ilmu, idealnya waktu seseorang kuat untuk menyerap penyampaian adalah 45 menit pertama.

Beberapa contoh diatas bisa menjadi acuan dibulan ramadhan ini untuk menetapkan agenda harian kita. Jika menonton 2×45 menit sepakbola atau bahkan berolahraga tubuh ini mampu melakukannya seharusnya dengan spirit ramadhan seperti halnya pelajar yang berganti pelajaran, maka setiap 45 menit dari waktu ini harus bisa di Variasikan dan di Efesienkan.

“Tiga kali kita luangkan 45 menit sehari untuk Qirooatul Quran berarti kita membaca 3 juz, jika Lima kali maka 5 juz, jika Tujuh kali maka 7 juz, JADWALKANLAH maka semua akan mudah”

Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang KONSISTEN walaupun sedikit.” HR. Muslim

Sebagian ulama salaf mengatakan,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, [Tafsir Surat Al Lail]

📝. _*al-faqir Hanif S*_