Oleh: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim

Kita mempelajari sifat-sifat syaitan bukan berarti kita akan mengikuti atau mencontohinya, tapi untuk dijadikan pelajaran. Diwaspadai bahwa jika kita menemukan sifat syaitan pada salah satu manusia, berarti dia sudah terbelengu oleh syaitan. Syaitan mempunyai sifat berdominan buruk. Bukan berarti syaitan mempunyai sifat baik, karena tidak ada konsep syaitan yang baik di sini. Jika ada, berarti hanyalah jin shalih.Karena syaitan diciptakan khusus untuk menyelewengkan manusia dari jalan-Nya yang benar.

Beberapa contoh dari sifat syaitan dikalangan manusia yang sering Kita dapati:

  • Sombong الكفرة
  • Iri hati الحسد
  • Kebohongan الكذب
  • Kejahatan الفجور
  • Khianat/Ingkar janji الخيانة

Kita bisa mengutip kisah Nabi Adam yang mengingkari janjinya untuk tidak memakan buah larangan Allah karena bisikan syaitan yang ingin menyesatkan Adam dan Hawa. Ibnu Katsir adalah salah satu ilmuwan Muslim yang menjelaskan bahwa buah khuldi adalah simbol keabadian dan larangan Allah. Di sinilah kita bisa mengambil salah satu cara syaitan menyelewengkan manusia-manusia dari jalan-Nya yang benar,mengurangi keimanan terhadap-Nya. Dalam al-qur’an syaitan juga digambarkan sebagai musuh yang nyata,(QS.Al-Baqarah:168)
……إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِِينٌ  ( البقرة  ١٦٨)

Kita lebih tinggi derajatnya dari syaitan, lantas sudah seharusnya Kita bisa mulai untuk menghilangkan sifat syaitan dari orang-orang apalagi jika kita bisa menghindari dan berusaha untuk mengembangkan akhlak yang baik untuk menentang sifat syaitan yang akan menyebar buruk.