Oleh: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim

Ketika pikiran kita memikirkan dampak keadaan, insya Allah akan diberi feedback yang sama juga,seperti perihal Law of Attraction dalam buku Qur’anic Law of Attraction yang ditulis oleh Rusdin S.Rauf, “Segala sesuatu yang kita pikirkan dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negatif, akan datang ke dalam kehidupan kita”.

Pada hakikatnya, apa yang kita pikirkan sama saja seperti kita menarik daya pikiran itu. Saat kita berpikir negatif, keadaan yang seharusnya positif bisa terbelok menjadi negatif karena daya pikir kita. Yang seharusnya negatif, tapi kita mencoba tenang dan tetap berpikir positif, tetap menerima apa pun yang terjadi.

Beberapa kehidupan seseorang kadang memikirkan dampak negatif yang perlu diwaspadai, jadi saat keadaan itu berdampak positif ataupun negatif, ia sudah siap sedia. Tetapi konteks di sini kita harus menerapkan pikiran yang positif untuk memancarkan hawa positif juga ke sekitar kita. Sama saja kita memikirkan secara positif dengan mengerjakan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Kebaruan akan dibalas kebaruan, keburukan akan dibalas keburukan. Dalam Surat Al-Zalzalah ayat 7-8 dijelaskan :

*7.* فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ
*8.* وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Artinya:
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya juga.

Saat berjalan sendiri kita percaya bahwa akan sampai ditujuan dengan aman, keadaan akan mendukungnya, saat kita was-was dalam perjalanan, akan membuat overthinking yang justru akan membuat perjalanan tidak Aman karena ketakutan dengan pikiran sendiri.