Oleh: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim

Hamzah bin Abdul Muthalib adalah saudara sesusu Nabi Muhammad SAW sekaligus teman dekat Nabi. Beliau bukanlah golongan Islam awalnya, tetapi karena hinaan Abu Jahl terhadap Nabi, Hamzah pun membelanya dan memeluk Islam. Hamzah dikenal sebagai pemberani dan tidak takut mati untuk membela kebenaran di jalan Allah, lalu diberi gelar oleh Nabi Muhammad, yaitu “Singa Allah”.

Dalam perang Badar, Hamzah menang dalam perlawanan duel dalam melawan Utbah bin Rabi’ah Dan Syaybah bin Rabi’ah, perlawanan itu menambah semangat pasukan Muslim untuk menang di perang Badar,Hamzah maju ke kawasan musuh Dan memberi aba-aba kepada Sa’ad bin Abi Waqqas untuk memanahkan ke arah musuh lalu ia pun berlindung di belakang tamengnya. Dalam sejarah ini, Ibnu Katsir sebagai sejarawan islam juga  membahas tentang perang Badar dan perang Hamzah di dalamnya.

Hamzah wafat pada perang Uhud karena dibunuh oleh Wahshi bin Harb, seorang budak yang dibebaskan oleh Hindun dan membunuh Hamzah karena perintah dari Suami Hindun, yaitu Abu Sufyan.Hindun memakan sebagian jantung Hamzah sebagai tanda kebencian dan dendam terhadapnya karena telah membunuh ayahnya, Utbah bin Rabi’ah. Terdapat ayat yang menegaskan bahwa orang-orang yang gugur (syahid) di jalan Allah tidaklah mati.

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ الله أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ (ال عمران ١٦٩)