Oleh: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim

Kini kita sudah berada di akhir zaman. Banyak sekali maksiat-maksiat yang sudah ada terang-terangan. Kita sebagai umat Muslim harus berliterasi. Banyak sekali modus penyesatan; semua hal yang seharusnya dilarang kini dianggap hal yang lumrah.

Yang harus dilakukan sekarang ialah memperbanyak literasi, memperbanyak bacaan dan ilmu agar kita tidak tersesat kelak. Literasi akidah, literasi pelajaran Islam, literasi sejarah, sehingga kita bisa mengambil hikmah dari kejadian yang kemarin untuk dijadikan pembelajaran.

Apalagi Kita sekarang harus untuk memperbanyak ilmu agama, memperbanyak hafalan Qur’an, bukan untuk sekedar menjadi hafidz, tapi juga untuk bekal kita dalam menghadapi kehidupan akhir zaman ini,untuk menjadi penyelamat Kita sendiri.

Banyak sekali yang sebenarnya sudah tahu kebenaran yang sebenarnya, tetapi mereka juga masih menutup telinga, mata, enggan untuk mengikuti dahulu. Dalam Qur’an Surah Al-Jumu’ah ayat 5dijelaskan:

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Yang artinya perumpamaan orang diberi tugas mengemban Taurat, kemudian mereka tidak mengamalkannya, adalah seperti kedelai yang membawa kitab-kitab tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang dzalim