Oleh: Atabiya Radhwa Sagena Hasyim
Kita sebagai umat Muslim harus mempunyai iman yang kita jadikan sumber kekuatan kita. Dasar Kita untuk tetapi kuat, keimanan Kita harus mempunyai pondasi tak mungkin berdiri sendiri,ibarat rumah, Iman itu pondasinya, ibadah itu tiangnya, akhlak itu atapnya.
Maka tanpa Iman Kita tak akan ada penopang untuk berdiri, sekalinya tiang itu rusak Masih bisa diganti akan tetapi jika pondasi itu rusak, maka rusaklah semuanya. Kita beriman, jangan sekadar yang penting beriman, tapi beriman itu penting.
الإيمان يزيد باالطاعة و ينقص بالمعصية
Iman bertambah dengan ketaatan, dan berkurang dengan kemaksiatan
Kita harus memperkuat fondasi kita. Bagaimana caranya? Dengan Kita harus mempunyai ilmu, karena ilmu lah yang membuat Kita berfikir secara rasional, dengan ilmu Kita berfikir yang benarnya. Kita juga harus memantapkan ibadah, karena orang yang berilmu pasti akan beribadah, belum tentu orang yang sering beribadah ia shalih, karena bisa saja ibadah dijadikan formalitas. Bukan karena kesadaran sendiri.
Kutipan kalimat dari buku berjudul Generasi Emas karya Ahmad Rifa’i Rif’an, bahwa kita belajar jangan dengan tujuan asal lulus, asal sapat ijazah orang besar sangat sayang jika usianya ludes untuk aktivitas yang tak punya nilai.
Untuk membuat diri kita kuat, juga kita harus mempunyai lingkungan yang saleh, karena lingkup pertemanan juga merupakan salah satu faktor perkembangan diri kita.
