SAMARINDA – Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Samarinda resmi merampungkan rangkaian kegiatan Visitasi Akreditasi yang berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 4–7 November 2026 (24–27 Jumadilawal 1448 H). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pesantren dalam melakukan penjaminan mutu serta penguatan standar pengelolaan pendidikan Islam berkemajuan berbasis Instrumen Akreditasi Pesantren Muhammadiyah (IAPM) 2025.
Proses asesmen lapangan ini dipimpin oleh Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. H. Suwadi, S.Ag., M.Ag., M.Pd., bersama anggota asesor, Dr. Fal. Arovah Windiani, S.H., M.H., serta didampingi langsung oleh Tim Monitoring dari Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2PPM), Dr. Jaja Nurjanah, M.A.

Dukungan Penuh Persyarikatan pada Temu Awal
Semangat kebersamaan dan dukungan dari persyarikatan tampak kuat sejak seremoni pembukaan (Temu Awal) pada Rabu malam (4/11). Bersama Direktur (Mudir) Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Drs. KH. Jaswadi, M.Si., kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan struktural Muhammadiyah secara berjenjang, mulai dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Samarinda, hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Samarinda Utara.
Turut hadir pula Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) tingkat Wilayah Kalimantan Timur, Daerah Kota Samarinda, dan Cabang Samarinda Utara, jajaran LP2 PWM/PDM, serta para Kepala Sekolah dari unit pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren, meliputi SD Muhammadiyah 4 Terpadu, SMP Muhammadiyah 5, dan SMA Istiqamah Muhammadiyah. Kehadiran dewan asatidz, Tim Akreditasi Pesantren, serta perwakilan wali santri semakin melengkapi sinergi seluruh elemen ekosistem pesantren sejak observasi lingkungan di hari pertama.
Rangkaian Asesmen Komprehensif Empat Hari
Memasuki hari kedua, Kamis (5/11), tim asesor melakukan penggalian data secara intensif yang diawali dengan pemaparan Direktur Pesantren terkait rencana pengembangan, sistem tata kelola, serta capaian pesantren bersama jajaran Wakil Mudir dan Kepala Tata Usaha. Sesi dilanjutkan bersama jajaran manajemen menengah (middle management) dan tenaga kependidikan untuk meninjau pengelolaan administrasi, perpustakaan, laboratorium bahasa, ruang micro teaching, hingga Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Pada siang hingga sore harinya, tim asesor melakukan telaah dokumen bersama Tim Penjaminan Mutu Pesantren serta wawancara mendalam secara independen bersama Ustadz Dirosah, Ustadz Non-Dirosah, Pamong, serta Musyrif dan Musyrifah.
Pada hari ketiga, Jumat (6/11), fokus visitasi beralih pada observasi langsung proses pembelajaran di kelas untuk melihat interaksi antara ustadz dan santri. Selain itu, tim asesor juga menggali data secara mandiri bersama perwakilan santriwan dan santriwati dari tiap tingkatan kelas serta pengurus organisasi santri seperti Ikatan Pelajar/Remaja Muhammadiyah (IPM/IRM) dan Hizbul Wathan (HW). Guna mendapatkan potret yang utuh dari sisi eksternal, sesi wawancara juga melibatkan komite orang tua santri, alumni, Badan Pembina Pesantren (BPP), serta pemangku kepentingan terkait.
Arahan Penguatan dari Ketua Tim Asesor
Dalam sesi Temu Akhir pada Jumat sore, Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. H. Suwadi, S.Ag., M.Ag., M.Pd., menyampaikan sejumlah catatan evaluasi serta arah penguatan strategis sebagai bahan pengembangan pesantren ke depan, sebelum merampungkan penyusunan laporan akhir pada Sabtu (7/11).
Prof. Suwadi menekankan beberapa fokus pengembangan utama, yang meliputi penguatan tradisi keilmuan Islam yang dipadukan dengan literasi digital serta penyusunan instrumen pembinaan karakter santri yang terukur. Selain itu, beliau mengarahkan agar pengembangan ekosistem pembelajaran dirancang untuk mendorong daya pikir kritis santri serta menyeimbangkan penguasaan hard skill dan soft skill melalui keteladanan para pendidik.
Lebih lanjut, Prof. Suwadi juga menyoroti pentingnya penguatan profesionalisme dan pembinaan asatidz secara berkelanjutan, penguatan tata kelola kelembagaan yang mengacu pada rencana strategis dengan menggerakkan seluruh unsur pesantren, peningkatan standar pencatatan dan fasilitas sarana prasarana maupun layanan kesehatan di Poskestren, hingga pengembangan layanan berbasis teknologi informasi (IT) secara sinergis.
Apresiasi dan Harapan Direktur Pesantren
Menanggapi rangkaian asesmen tersebut, Direktur Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Drs. KH. Jaswadi, M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan visitasi serta dukungan penuh dari pimpinan persyarikatan dan unit sekolah terkait. Beliau menegaskan komitmen seluruh elemen pesantren untuk menjadikan arahan tim asesor dan LP2PPM sebagai pijakan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Pada kesempatan yang sama, KH. Jaswadi turut menyampaikan masukan konstruktif bagi penyelenggaraan akreditasi ke depan. Beliau berharap agar informasi pelaksanaan akreditasi beserta penetapan daftar nama pesantren yang akan diakreditasi dapat disampaikan satu tahun sebelumnya. Dengan adanya pemberitahuan dan penetapan lebih awal tersebut, diharapkan seluruh pesantren memiliki rentang waktu yang memadai untuk mematangkan persiapan administrasi, kelembagaan, maupun teknis pelaksanaan visitasi secara lebih optimal.
Melalui tuntasnya rangkaian visitasi akreditasi ini, Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Samarinda optimis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, mempererat sinergi antar-unit pendidikan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi persyarikatan dan masyarakat luas di Kalimantan Timur.
Komentar Pembaca
Tanggapan dan diskusi publik untuk berita ini (0 komentar)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau komentar untuk berita ini!
Tinggalkan Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan secara umum.